Selasa, 22 Juni 2010

Psikologi Umum II

A. INTELIGENSI

1. Definisi

Inteligensi: suatu kemampuan mental yg melibatkan proses berfikir secara rasional, tdk dpt diamati tp dpt disimpulkan dari tindakan nyata yg merupakan manifestasi dari proses berfikir rasional.
- Claparde dan Stern : Inteligensi adlh kemampuan untuk menyesuaikan diri secara mental terhadap situasi baru.
- Buhler : Inteligensi adlh perbuatan yg disertai pemahaman dan pengertian.
- Wechster : Inteligensi adlh kemampuan untuk bertindak terarah, berfikir secara rasional dan menghadapi lingkungan secara efektif.

Inteligensi terdiri dari berbagai faktor yaitu:
a. Faktor G : General Factor
b. Faktor S : Spesific Factor

2. Faktor-faktor yg Mempengaruhi Inteligensi
  • faktor bawaan
  • faktor lingkungan
3. IQ (Inteligence Quotient)

IQ : skor yg diperoleh dari sebuah alat kecerdasan, jadi hanya mengindikasikan sedikit tentang taraf kecerdasan/inteligensi ssorang (tdk menggambarkan kecerdasan/inteligensi ssorang secara keseluruhan)

Mula2 IQ dihitung dgn membandingkan umur mental (Mental Age/MA) dgn umur Chronological Age/CA/Usia kalender).
Bila MA = CA, maka skornya 1 kemudian dikalikan 100
Bila MA = CA -> skor IQ = 100 artinya individu memiliki tingkat kecerdasan sama/sesuai dgn usianya.
Bila MA > CA -> skor IQ >100 -> kemajuan inteligensi
Bila CA > MA -> skor inteligensi <> anak tidak cerdas

rumus :
IQ = MA/CA x 100

4. pengukuran Inteligensi
  • Alfred Binet dan Simor -> tes Simon - Binet
  • Terman dari Stanford University memperbaiki tes Simon - Binet -> tes Stanford - Binet
  • Charles Spearman -> inteligensi terdiri dari berbagai fakto2 spesifik -> Teori Faktor Spearman
  • Wais (Wechsler Adult Intelligence Scale) -> untuk org dewasa
  • Wisc ( Wechsler Intelligence Scale for Children) -> untuk anak2
  • Thurstone dan Guilford -> Teori Multi Faktor
tes2 yg sifat'a klasikal :
  • Army Alpha (untuk yg dpt membaca/menulis)
  • Army Beta (untuk yg tdk dpt membaca/menulis)
5. Syarat tes Psikologi
  • Valid : mengukur yg seharus'a diukur
  • Reliabe : tes hrus reliabel, diberikan berulang2 hasil'a sama (diberikan sekarang, nanti, besok) hasil sama.
  • Standisasi : siapapun memberikan tes, dgn alat tes dan prosedur yg sama, maka hasilnya harus sama (rapport, prosedur dan cara pemberian tes, skoring, dan interprentasi hasil tes, selalu ada pembakuan/standard).
6. Bakat/Aptitude

adalah : kemampuan khusus yg pd kondisi khusus dpt menumbuhkan pengetahuan, kecakapan atau keterampilan bila dilatih/digali/dipupuk.
Tesnya disebut: Aptitude Test

  • tes untuk mengukur prestasi belajar: SCHOLASTIC APTITUDE TEST
  • Dinidang pekerjaan : VOCATIONAL APTITUDE TEST dan INTEREST INVENTORY
7. Kreativitas

adalah: salah satu ciri inteligensi karena merupakan manifestasi dari proses kognitif.
- Sifat DIVERGEN: kemampuan memberikan berbagai alternatif jawaban.
- Sifat KONVERGEN: kemampuan memberikan satu jawaban (yg logis) terhadap 1 persoalan.

8. Teori2 Inteligensi
  • Charles Spearman: inteligensi terdiri dari faktor G dan fakto S
  • Guilford (1998): mengembangkan model ttg kemampuan intelek manusia yg disusun berdasarkan suatu sistem yg disebut "struktur intelek" yg terdiri dari 3 dimensi: OPERASI (evaluasi, berpikir konvergen dan divergen, ingatan dan kognisi), PRODUK (unit, kelas, hubungan, sistem, transformasi, dan implikasi), MATERI (figural, simbolik, semantik, dan behavioral).
  • Howard Gardner (1983): mengemukakan konsep multiple intelligence yg terdiri dari kecerdasan linguistik, musik, spasial, logik, bodily dan kinestetik.
  • RobertStenberg (1990): mengemukakan konsep Triarchic Theory of Intelligence bahwa inteligensi adlh proses kognitif yg terdiri dari 3 aspek:
  1. Component Intelligence (thinking): proses informasi dasar yg terjadi secara internal dan presentasi obyek / simbol & terdiri dari:
- Meta Component: proses kontrol tingkat tinggi trhadap aktivitas inteligensi
- Performance komponent: proses mental yg digunakan untuk membuat keputusan
- Knowladge-acquisition component: komponen untuk memperoleh pengetahuan

2. Experimental Intelligence
3. Contextual Intelligence

9. Multiple Intelligence

Gardner mengemukakan adanya 8 tipe:
  • Kecerdasan Linguistik: kemampuan menggunakan kata2 secara efektif baik secara lisan maupun tulisan
  • Kecerdasan visual-spatial: membentuk dasar kemapuan dibidang seni, termasuk menggambar, melukis dan memahat, kemampuan bekerja diruang 3 dimensi sperti arsitektur dan desain industri.
  • Kecerdasan Intrapersonal: berhubungan dgn kemampuan memahami diri sendiri yg akurat (kekuatan dan keterbatasan diri), kesadaran akan suasana hati, maksus, motivasi, tempramen dan keinginan, menhargai diri sendiri
  • Kecverdasan Interpersonal: berhubungan dgn kemampuan mempersepsi dan membedakan suasana hati, maksud, motivasi serta perasaan orang lain.
  • Kecerdasan Kinestetik: berhubungan dgn kemahiran menggunakan anggota badan untuk mengekspresikan ide dan perasaan dan ketreampilan menggunakan tangan untuk menciptakan atau mengubah sesuatu.
  • kecerdasan Logis-matematis: berhubungan dgn kemampuan menggunakan angka dan penalaran secara logis yg memungkinkan kita untuk menilai, menimbang, mengukur.
  • Kecerdasan Musikal: berhubungan dgn bunyi nada dan kemapuan menangani bentuk musik dgn cara mempersepsi, membedakan, mengubah & megekspresikan.
  • Kecerdasan naturalis: kemapuan yg berhubungan dgn alam seperti flora dan fauna, pola2 cuaca dan fenomena alam lain'a.
10. Kecerdasan Spiritual

adalah kemampuan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai menempatkan perilaku dan hidup itu dlm kontek makna yg luas dan kaya.


EMOSI

1. Definisi

Emosi: istilah yg digunakan untuk keadaan mental dan fisiologis yg berhubungan dgn beragam perasaan, pikiran, dan prilaku.
Emosi: pengalaman yg bersifat subjektif, atau dialami berdasarkan sudut pandang individu.

Kata emosi dari Prancis: emotion dari emouv0ir = kegembiraan, dari bahasa Latin emovere = bergerak.

2. macam-macam Emosi
  • Emosi positif, beberapa emosi positif yg bias membawa sukses adalah : ANTUSIASME (mereka yg tadi'a tidak percaya menjadi percaya, yg tidak mau menjadi mau), OPTIMISME, PASSION (adlh gabungan diri dari beberapa emosi: antuasisme, optimisme, ketertariakan, dan kecintaan pada sesuatu)
  • Emosi Negatif: Amarah, takut
3. Kecerdasan Emosional

adalah kemampuan untuk mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi, baik emosi dirinya sendiri maupun emosi orang lain dgn tindakan kontruktif, yg mempromosikan kerja sama sbg tim yg mengacu pada produktifitas dan bukan pada konflik.

Kecerdasan emosional melalui 5 komponen dasar:
  • Self-awareness (pengenalan diri)
  • Self-regulation (penguasaan diri)
  • Self-motivation (motivasi diri)
  • emphaty (empati)
  • Effective Relationship (hubungan yg efektif)
4. Respon Fisiologi dalam Emosi

Sistem syaraf simpatis ini bertanggung jawab atas perubahan berikut ini:
  • tekanan darah dan detak jantung meningkat
  • pernafgasan semakin cepat
  • pupil mata membesar
  • keringat meningkat, air liur mengering
  • kadar gula dalam darah meningkat
  • darah lebih mudah membeku bila terjadi luka
5. Pengukuran Emosi
  • Polygraph (banyak pena): alat ukur utama untuk menguji emosi.
  • aktivitas elektrodermal (EDA): alat lain untuk mendeteksi emosi.
  • ukuran cardiovascular melalui electrocardiodram (EKG): untuk mengukur perubahan denyut nadi.
  • electroencephalogram (EEG): untuk merekam aktivitas otak

PERASAAN

1. Pengertian

Perasaan : suatu keadaan kerohanian / peristiwa kejiwaan yg kita alami dgn senang/tidak senang dlm hubungan dgn peristiwa mengenal dan bersifat subyektif.

Perasaan (feeling) mempunyai 2 arti:
a. secara fisiologis: berarti pengindraan, yaitu salah satu fungsi tubuh untuk mengadakam kontak dgn dunia luar.
b. secara psikologis: berarti menilai, yaitu penilaian terhadap suatu hal.

2. Macam-macam Perasaan

W. WUNDT membagi perasaan menjadi:
1. Lust - unlust : menyenangkan dan tidak menyenangkan
2. Erregung - beruhigung : menggelora dan tentram
3. Spannung - losung : tegang dan lega

KOHNSTAMM membagi perasaan menjadi:
1. Perasaan Keindraan: berhubungan dgn alat2 indera, misalnya:
- pengecapan: asam, manis, pahit, asin
- pembauan
- perasaan lapar, haus, sakit, lelah

2. perasaan kejiwaan, dibedakan menjadi:
- perasaan ketuhanan

- perasaan intelektual: timbul bila seseorang dpt memecahkan suatu masalah/hal2 baru hasil kerja intelektual

- perasaan kesusilaan: timbul bila ssorang mengalami hal2 baik/buruk menurut norma kesusilaan dipengaruhi oleh hati nurani pembawaan, usia, lingkungan & keyakinan

- perasaan keindahan: timbul karena pengamatan

- perasaan kemasyarakatan: perasaan yg menyertai pengamatan terhadap keadaan orang lain termasuk perasaan kebangsaan

-perasaan harga diri: perasaan positif (mendapat penghargaan, lebih superior), perasaan negatif (kecewa. inferior).

- perasaan vital: perasaan yg menyagkut langsung kehidupan sperti lapar, haus, letih.

- perasaan parental: timbul karena hubungan darah

- perasaan simpati: ikut merasakan apa yg dialami oleh orang lain. (pengalaman/hasil belajar)

- perasaan emphati: ikut merasakan seolah-olah berada dlm situasi orang lain

- perasaan apatis: tidak peduli, acuh

- perasaan antipati: tidak suka, benci terhadap suatu hal atau orang lain karena tdk ada kesesuaian

- perasaan phobia: takut berlebihan timbul akibat tdk berani menghadapi sesuatu krna pertimbangan akal tdk berdaya.

- perasaan dria: perasaan yg mengiringi pengindraan, sperti rasa segar, sejuk, hangat, hambar


MOTIVASI

Motivasi: mengacu pada sebab atau mengapa perilaku dilakukan.
Motivasi: seluruh aktivitas mental yg memberikan kondisi hingga terjadinya perilaku.
Meliputi aspek2:
- pengaturan (regulasi)
- pengarahan (direksi)
- penguatan
- tujuan (insentif global)

1. TEORI MOTIVASI

A. Teori Psikoanalisis
- Dorongan Naluriah, Freud yakin bahwa semua prilaku berasal dari dua kelompok naluri yg bertentangan:
:: Naluri Kehidupan
:: Naluri Kematian

Teori Belajar Sosial

menyatakan bahwa perilaku kita merupakan hasil belajar melalui interaksi dgn lingkungan dan observasi lingkungan.

Teori Dorongan Drive

Keadaab ini akan mendorong (driving state)organisme berprilaku untuk menghilangkan ketegangan, atau mengmbalikan keseimbangan dlm tubuh, dgn memenuhi kebutuhan tadi. Keadaan keseimbangan itu disebut hemeostatis, yaitu tanpa tegangan.

Teori Gejolak (Arousal)

Teori ini disebut juga dgn sbg optimal leve theory. Teori Arousal diplopori oleh Elizabeth Duffy.
Homeostatis menurut teori ini adlh keadaan tegangan optimum, yaitu tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi.

Teori Instink

Instink adalah suatu disposisi (kecenderungan) yg ditentukan secara genetis untuk berprilaku dgn cara tertentu bila dihadapkan pd rengsangan2 tertentu. Teori ini dipengaruhi oleh yeori Evolusi Charles.

Teori Insentif

Hubungan Insentif, Emosi, Kognisi, dan Motivasi:
Pengalaman insentif akan mengubah kognisi dan emosi dan akan mengarah pada motivasi -> motivasi membangkitkan perilaku tetapi perilaku dpt pula mengubah kognisi sekaligus menaikan atau menurunkan motivasi.

Teori atribusi

Dipelopri oleh Fritz Heider.
- Lokus kontrol eksternal : orang yg cenderung beranggapan bahwa perilakunya didorong oleh faktor2 diluar dirinya.
- Lokus kontrol Internal : mereka yg cenderung beranggapan bahwa perilakunya diakibatkan oleh daya2 dlm dirinya sendiri.

Teori Harapan

Pencetusnya adalah Victor E. Vroom.

Aktualisasi Diri

tingkatan piramida:
1. Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri
2. kebutuhan untuk dihargai
3. Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi
4. Kebutuhan akan rasa aman dan tentram
5. Kebutuhan-kebutuhan fisiologis dasar

Teori Motif Berprestasi

Motivasi Takut Berprestasi

John Atkinson
Motivasi Berprestasi:
a. Orang yg termotivasi pd prestasi
b. Gembira bila sukses
c. Performance-nya terbaik pada tugas dgn kesulitan sedang

Motivasi tidak berprestasi:
a. Orang yg termotivasi karena takut gagal
b. Gembira bila dpt menghindari kegagalan
c. Performance-nya terbaik pd tugas dgn kesulitan amat tinggi atau amat rendah

B. Faktor2 Motivasional Dlm Agresi

Agresi: perilaku yg dimaksudkan untuk melukai orang lain, baik secara fisik maupun verbal ataupun merusak harta benda yg dilakukan secara sengaja.
Dua macam Agresi:
  • Hostile Aggression (agresi permusuhan): yg semata-mata untuk menyakiti orang lain.
  • Instrumental Aggression (agresi instrumental): untuk mendapatkan ganjaran orang lain, selain penderitaan korbannya. Misal: perkelahian untuk membela diri.
Teori Pendekatan Tentang Agresi
1. Agresi -> Psikoanalisa
ageresi adalah naluri dasar manusia yg harus dlm bentuk agresi nyata.
2. Agresi -> Drive Theory/Teori Dorongan
3. Agresi -> Social Learning Theory (Teori Belajar Sosial)
Agresi dpt dipelajari melalui Observasi dan Imitasi dan semakin mendapat penguat, semakin besar kemungkinan terjadinya.

Motivasi dan Konflik

Konflik: keadaan dimana muncul 2 kebutuhan atau lebih, pd saat yg bersamaan.
Kurt Lewin membagi 4 kelompok:
  1. Konflik Angguk-angguk (Approach-Approach): adanya 2 kebutuhan (lebih), yg muncul secra bersamaan yg keduanya memiliki nilai positif bagi individu.
  2. Konflik Angguk-Geleng (Approach-Avoidance): adanya 2 kebutuhan yg muncul secara bersamaan, dimana kebutuhan yg satu memiliki nilai positif dan satunya lagi nilai negatif.
  3. Konflik Gelen-Geleng (Avoidance-Avoidance): adanya dua kebutuhan (lebih) yg muncul secara bersamaan, dimana keduanya memiliki nilai negatif bagi individu.
  4. Konflik Multiple Approach-Avoidance: bila muncul 2 kebutuhan (lebih) yg memiliki nilai positif maupun negatif sekaligus bagi individu.
Motivasi dan Frustasi

Frustasi : terjadi apabila kebutuhan kita tdk dpt terpenuhi atau dorongan bertindak terhambat.
Privasi : terjadi bila pemenuhan kebutuhan tertunda.

Mekanisme Pertahanan Diri antara lain:
  1. Rasionalisasi: suatu usaha untuk membuat situasi selogis mungkin dari situasi frustasi. Contoh: membuat alasan yg masuk akal, alasan terlambat karena macet.
  2. Proyeksi: usaha untuk melempar penyebab frustasi pd pihak lain. Contoh: Dia selalu membenciku
  3. Sublimasi (Displacement): bila suatu keinginan tdk terpenuhi, maka individu berusaha mengarah/mengganti pd obyek lain. Contoh: gagal menjadi dokter kemudian mjd perawat.
  4. Represi: usaha individu menekan pengalamannya yg tdk menyenangkan ke alam bawah sadarnya dgn berusaha melupakan.
  5. Regresi: tingkah laku manusia yg keanak-anakan/mundur karena adanya frustasi. Contoh: remaja yg tiba-tiba mengompol.
  6. Reaksi formasi: rasa benci karena frustasi sulit diterima oleh masyarakat, karena itu menimbulkan rasa cemas. Contoh: ramah, kasih sayang tapi biasanya berlebihan.

KEPRIBADIAN

Faktor2 yg membentuk Kepribadian:
- Ciri fisik (Body Build): tinggi - pendek, gemuk - kurus
- Ciri-ciri Faali (Body Psychology): kapasitas otak, kepekaan indera
- Pengalaman Umum (Common Experiences): nilai2 yg bersifat universal
- Pengalaman Unik (Unique Experiences): pengalaman yg hanya pernah dialami oleh dirinya.

Teori2 Kepribadian
  1. Pendekatan Tipologis dan Trait
    Hipocrates: mendasari tipologinya pd cairan-cairan tubuh yg mempengaruhi tempramen seseorang.
    • Melankolik : dipengaruhi oleh empedu hitam -> murung, depresi
    • Sanguinis : dpengaruhi darah -> gembira, optimis
    • Kholerik : dpengaruhi empedu kuning -> mudah marah
    • Phlegmatik : dpengaruhi lendir -> lamban, tenang
    Kretchmer: mendasari teori kepribadiannya pd bentuk tubuh seseorang.
    • Endomorph (gemuk bulat) : org yg mudah bergaul, periang, santai.
    • Ectomorph (tinggi, kurus) : org yg serius, senang menyendiri, menjaga jarak dgn orang lain, amat perasa.
    • Mesomorph (Atletis) : org yg agresif, aktif secara fisik
    Gustav Jung: empat fungsi psikis yaitu, sensasi, berfikir, intuisi, perasaan.
    Eysenk: beranggapan ekstrovensi-introvensi merupakan 2 kutup dlm satu skala.
    Allport: membagi kepribadian dalam 3 traits:
    • Cardinal Traits: traits yg luas cakupannya dan berpengaruh, biasanya diberi istilah mengikuti nama tokohnya seperti: Machievellian
    • Central Traits: ciri2 kepribadian yg cukup menonjol.
    • Secondary Traits: ciri2 yg hanya berpengaruh pd situasi yg amat terbatas.
  2. Teori Psikodinamika (Sigmund Freud)
    3 energi psikis yaitu bersumber dari: ID, EGO, Super Ego
    Struktur kesadaran menurut Freud:
    • Sadar (concious Level): aktivitas mental dpt selalu disadari. Misal: berfikir
    • Pra Sadar (preconcious Level): kita dpt menyadari gejala2 psikis bila kita memperhatikan.
    • Tidak Disadari (Unconcious Level): gejala2 psikis tdk dpt disadari/sulit djlskan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar